Sedekah saat ini dijadikan sebagai hal yang berbau komersil. Sedekah digunakan untuk menambah harta, melipatgandakan harta. Benar, karena Allah lah yang telah Menyampaikannya demikian. Didalam Alquran disebutkan bahwa harta yang digunakan di Jalan Allah ibarat benih yang bercabang 7 dan masing2 cabang akan berbuah 100.
Perlu diperhatikan lagi makna "di jalan Allah". Sehingga yang patut diingat-ingat adalah didapatkannya Ridho Allah dalam bersedekah, dalam menggunakan harta, dalam segala hal berkehidupan ini.
Sedekah adalah jalan pintas, short cut. Yang perlu diluruskan dalam Jalan Allah ini adalah kita harus membersihkannya dahulu, membersihkannya dari segala dosa. Taubat adalah hal pertama yang perlu dilaksanakan. Setelah jalannya bersih, maka perbaiki strukturnya dengan kewajiban2, sholat adalah tiangnya. Baru kemudian amal soleh dan amal kebaikan lainnya.
Lalu turut sempurnakan dengan Sunnah2 Rosul. Sebagai wujud cinta dan peneladanan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Bukan sekedar jika dilakukan dapat pahala, dan jika tidak dilakukan tidak berdosa.
Sedekah adalah katalis. Yang mempercepat dan melipatgandakan Ridho Allah kepada hamba-Nya. Rezeki adalah efek, atau hanya salah satu dari Pemberian Nikmat oleh-Nya. Banyak sekali nikmat Allah, tak sanggup kita menghitungnya, menuliskannya dengan tinta sejumlah lautan lalu didatangkan lagi sejumlahnya.
Tapi tentu tetap saja kita mau bertambah rezeki dari-Nya, bertambah Ridho dari-Nya..
Semoga berguna..
herryhasibuan.blogspot.com
Rabu, Mei 20, 2009
Senin, Mei 04, 2009
ditilang 'oknum' polisi
Setiap pulang keluar dari kantor, (untuk saat ini) saya sudah pasti akan langsung belok ke kanan, ambil arah melawan arus kendaraan. Karena kalo belok kiri (sesuai arus kendaraan) saya akan berjibaku dengan kemacetan di ujung perempatan sana. Hal ini pun dilakukan hampir setiap orang yang berada di daerah situ, yang naik motor biasanya akan ngelawan arus kendaraan.
Ok, suatu malam saya kena batunya. Motor saya distop seseorang yang ternyata polisi (dilihat dari pakaiannya dalam keremangan jalanan). “Duuh ada-ada aja”, bilang saya dalam kepala.. Padahal polisi di daerah situ nggak pernah-pernahnya berhentiin motor yang ngelawan arus.
Mana SIM kamu?! Saya keluarkan SIM dari tempat kartu. Mau kemana kamu?! Biasanya polisi kalau mau nilang bilang selamat pagi/siang atau selamat malem dulu y? Setelah minta diperlihatkan SIM dan STNK polisi akan menjelaskan kesalahan kita. Yang ini agak beda, nanya saya mau kemana karena (saya yakin) dia mau memastikan saya ini orang mana, orang situ ato bukan. Kamu tau ini perboden.. kamu saya tilang, ya udah 50 ribu. Polisinya langsung bilang tilang, tilang 50 ribu (?) Ini polisi terus terang amat minta uangnya.. Saya bilang, Nggak ada pak, kalo mau tilang ya tilang aja.. Kamu ini! Udah cepet! Kamu saya tilang! 50 ribu! Ya saya cuma bisa bilang, kalau mau ditilang ya tilang aja pak, nggak apa-apa.. Ya sudah! Sini 20 ribu! Ampun, terus terang amat siy mintanya, keliatan banget cari uang, bilang saya dalam kepala. Nggak ada pak, ya udah ditilang aja.. Emangnya kamu ada berapa? Hahaha.. ketawa saya dalam kepala.. Nggak ada pak. Dia nanya lagi, Kalo disidang bayar berapa kamu? Nggak tau deh, jawab saya.. Dengan nada makin tinggi, Ya Sudah kamu ikut saya ke polres sana, sambil meng-kick starter motor kawasaki ninjanya.. Nggak mau ah, jawab saya.. Ayo kamu ikut saya! Nadanya tinggi, marah bo! Nggak mau ah, orang polisi sini juga gak pernah nilang.. Saya Cuma risau SIM saya yang masih ada di tangannya.. Ya sudah nih! SIM saya dibalikin! Wreeeng, itu polisi pergi! Hehehehe.. Alhamdulillah nggak jadi ditilang. Nggak jadi dapet uang nihye! Ada-ada saja, kata saya dalam kepala..
Ketika saya masukkan kembali SIM ke dalam bungy wallet saya, dan memperbaiki tas.. dateng orang daerah situ yang kayaknya dari tadi melihat kejadian.. Ditilang mas? Nggak, kata saya, nggak jadi.. Itu bukan polisi sini mas, biasa dia, cuma muter2 sini doang, nyari orang untuk ditilang.. Biasa tuh, polisinya naek Ninja .. Oh, bukan polisi sini, pantes kata saya dalam hati..
Saya jadi bertanya-tanya, apa itu polisi beneran y? Alhamdulillah selamet, sebut saya dalam kepala, males banget untuk ngeluarin waktu ngurus2 SIM yang ditilang.. hehehe.. tapi gile juga tuh oknum, terus terang banget minta uangnya. Itu yang selalu terpikir oleh saya, udah ilang rasa malunya. Malu kepada manusia, malu kepada malaikat, malu kepada Allah.. hilang rasa malunya..
Semoga berguna
herryhasibuan.blogspot.com
NB: Kejadian di jalan matraman, jakarta timur.. ruas jalan sebelah barat (gramedia s.d. pemadam kebakaran)
NB2: Ini untuk kita.. kalo ditilang, ya ditilang aja.. belajar instropeksi diri aja, kalau salah ya ngaku salah.. luruskan sikap. Saya juga masih belajar.
Sabtu, April 25, 2009
Kenapa kacang?

Dia sudah bosan dengan kesehariannya. Senin sampe jumat, berangkat sejak pagi sekitar jam 6, dan sore harinya berusaha sampe rumah sekitar maghrib. Ketika berangkat yang terbayang adalah penantian sore hari untuk pulang. Ketika pulang yang tergambar adalah besok akan berangkat lagi. Kalau pagi sesampainya di tempat bekerja, yang terpikir adalah, “baru tadi malem pulang, sekarang sudah di sini lagi”.
Dia pernah berpikir kenapa demikian, dan akhirnya berkesimpulan bahwa hal ini sepertinya karena menjalani sesuatu yang kurang disukai. Yang bisa membuatnya bertahan adalah pemahaman bahwa bagaimana pun ini tetap rahmat dari Pencipta-nya. Bahwa ini masih rezeki yang dicurahkan kepadanya dan masih sangat banyak orang lain yang kepengen seperti dirinya, setidaknya dari hal dapet uang. Makanya dia sering juga berdoa, minta pekerjaan yang menyenangkan hati. Lagi-lagi tetap memaku pemahaman, mungkin ini yang namanya “Allah tetap memberikan yang lebih baik, karena Dia Yang Maha Tau yang terbaik untuk hamba-Nya”. Tapi lagi-lagi dia bertanya dalam doanya, “bolehkan saya punya pekerjaan yang menyenangkan hati?” Kadang dijawab sendiri, “tentu saja boleh.. Kenapa kacang, why not?” :)
Sebetulnya dia sudah tau untuk tidak berkeluh kesah. Dan untungnya dia menjalankan hal yang benar, segera dan selalu melakukan koreksi. Melihat lagi mana yang salah dalam dirinya. Apakah ada yang salah dalam hubungannya dengan Allah, apakah ada yang salah dalam hubungannya sesama manusia. Harus dilihat lagi hubungan-hubungan dengan manusia, dimulai dari yang terdekat hingga yang terjauh dengan dirinya. Apakah ada dosa yang harus diminta ampun, apakah ada hutang yang belum terbayar.. (hutang itu macem2 jenisnya).. Supaya apa yang diinginkan, supaya apa yang dilakukan, tetap mendapatkan restu dari-Nya, tetap diridhoi-Nya :)
Jika berbicara mengenai rezeki. Rezeki yang kita dapatkan adalah nafkah untuk diri kita, nafkah untuk keluarga kita.. Maka dia yang jago sekali berhemat itu kadang berpikir ulang, berkoreksi diri ulang, apakah sudah menafkahi keluarganya dengan adil (?) Dan selain itu, sebagai salah satu imbas ikut pengajian ustadz Yusman (hehe..), ingin sekali mewujudkan penggunaan rezeki yang didapatkan untuk kemaslahatan orang banyak.. bener2 untuk orang dalam jumlah banyak..
Dia ingin sekali bisa mendirikan mesjid.. Mesjid sebagai tempat orang memenuhi panggilan-Nya, tempat orang beribadah kepada-Nya, tempat orang melapor kepada Pengatur Hidupnya.. Mesjid yang berlokasi di tempat mana memang orang banyak sangat membutuhkan.. Dan yang terbaru ini, dia ingin sekali menggunakan rezeki untuk pembuatan jembatan, perbaikan jembatan, perbaikan jalan. Bayangkan fungsi jembatan dan jalan.. berapa banyak orang yang menggunakannya? Berapa banyak urusan orang yang dipermudah dengan adanya jembatan dan jalan dalam kondisi baik, berperawakan dan struktur yang mulus.. :) (ngapa pake senyum?). Nggak perlu lah kayak orang pada umumnya yang menyalahkan rusaknya fasilitas jalan kepada pemerintahan, mendingan diperbaiki sendiri dan dijaga sendiri. Kalo setiap orang berpikir dan bertindak seperti itu, akan nyaman sekali hidup ini :) Dan tentu rezeki yang dipergunakan untuk hal tersebut bisa dapet return yang sangat, amat sangat, banyak.. mo dapet return berapa ratus persen, berapa ribu persen, berapa juta persen.. lah yang menggunakan jembatan dan jalan banyak banget! Itu masih itungan iman pedagang, kalo itungannya iman yang dalam berkehidupan ini hanya mengharapkan Ridho Allah.. Maka tentunya kita berharap, semoga kita selamat di dunia dan di akhirat kelak. Pulang kampung masuk surga euy! Hehehe.. Aamiin
Mari kita berdoa supaya dia, supaya kita semua, bisa mewujudkan setiap keinginan yang baik, cita-cita yang mulia.
Semoga berguna
herryhasibuan.blogpsot.com
Minggu, April 19, 2009
Jika sudah malam ..
Bila sudah datang malam atau sore sekali, jagalah anak-anak kalian untuk tidak keluar rumah. Karena saat itu syetan-syetan berkeliaran. Kalau sudah berlalu satu jam waktu malam (pertama), silakan kalian lepaskan. Lalu tutuplah pintu dan berdzikirlah kepada Allah, karena syetan tidak akan membuka pintu yang tertutup. Tutuplah tempat minuman kalian dan bacalah asma Allah, tutup pula tempat makanan kalian dan bacalah asma Allah, meskipun hanya dengan menyilangkan (sesuatu) di atasnya dan padamkanlah lampu-lampu kalian.Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Fathul Baari X/88 dan Muslim III/1595.
Semoga berguna
herryhasibuan.blogspot.com
Senin, April 13, 2009
jodoh dan 'jodoh

Salah satu teman kuliah saya akhirnya mendapatkan jodohnya. Sabtu kemarin menikah. Jodoh merupakan salah satu hal yang telah ditulis oleh Allah, Sang Pencipta, sejak awal. Mau bagaimana kita menyikapinya, jodoh sudah ada sejak awal. Sehingga tinggal kita mengarahkan bagaimanakah sikap yang benar mengenai jodoh ini.
Banyak orang menyikapi hal jodoh ini dengan banyak cara juga. Ada yang pacaran, ada yang berteman. Ada yang berpacaran dengan banyak orang, ada yang berteman dengan banyak orang. Ada yang melakukannya serius banget, ada yang melakukannya santai-santai saja. Ada yang berstrategi, ada yang mengikuti saja arus yang mengalir.
Jodoh itu sering juga digunakan tidak hanya pada sesama manusia. Suatu barang pun kadang dijodoh-jodohkan, walaupun masih dikaitkan dengan manusia. Barang dagangan ada jodohnya, sekecil apa pun. Rumah ada jodohnya. Rumah sering sekali dibilang ada jodohnya, “kalau mencari rumah.. jodoh-jodohan”, begitu katanya. Pekerjaan dan uang yang kita dapatkan sebetulnya jodoh kita juga. Atau pekerjaan dan rezeki yang sudah di depan mata kita, namun akhirnya tidak kita dapatkan, yaa.. itu namanya bukan jodoh kita juga.
Heran tidak heran, kita akan mendapatkannya dengan beragam jalan. Tentunya menjadi menarik jika kita mendapatkannya dengan cara tak terduga. Sering kali Allah Menjodohkan Rezeki dengan jalan yang tak disangka-sangka. Bahkan teman saya di atas, dapet jodohnya dengan perkenalan pertama kali di pemakaman, di kuburan!
Walaupun kadang terasa sulit, karena kita manusia punya musuh namanya nafsu. Nafsu ini materi negatif dalam tubuh kita yang harus dikendalikan dengan bijaksana. Seperti mengendalikan kuda (macam saya pernah naik kuda saja.. hehe). Dan kita punya musuh nyata, Syetan. Membisikkan pengaruh, godaan, ajakan yang sangat jelek dan berbahaya. Tidak hanya satu syetan tapi bisa mengerahkan sepasukan syetan untuk mempengaruhi satu manusia. Dari arah depan, belakang, kanan serta dari arah kiri.
Tapi tetap saja sebetulnya kuncinya mudah sekali. Kita, manusia yang hidup di dunia Ciptaan Allah Sang Pemilik, tinggal mengikuti ‘juklak’ yang ada, petunjuk teknis menjalani hidup. Al Quran sudah memuat semua hal. Dan tinggal mengikuti Sang Role Model, Nabi kita Rasulullah, Muhammad SAW.
Saran saya sih lakukan dengan benar sesuai petunjuk dari Pencipta Kita, lakukan yang benar sesuai tauladan dari Nabi Kita, semuanya sudah dikumpulkan dalam Al Quran dan Hadis. Betapa Pemurahnya Pencipta Kita, menciptakan segala sesuatu dengan petunjuk dan contoh untuk mendapatkannya dan menggunakannya.
Yang lurus-lurus aja ya(?) mencari pasangan dan rezeki.. Semua ada jodohnya :)
Semoga berguna
herryhasibuan.blogspot.com
NB: Bukannya menggurui dan sok suci, semua manusia pernah salah. Hanya mencoba melakukan sesuatu yang benar, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Ini bekal kita untuk ‘pulang kampung’.. :)
NB: Bukannya menggurui dan sok suci, semua manusia pernah salah. Hanya mencoba melakukan sesuatu yang benar, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Ini bekal kita untuk ‘pulang kampung’.. :)
Sabtu, April 04, 2009
Usaha manusia bermacam-macam, yang terpenting ialah Mencari Keridaan Allah
Allah, “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan demi siang apabila terang benderang, dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu berbeda-beda.
Adapun orang yang memberikan (hartanya di Jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan Menyiapkan baginya Jalan yang mudah.
Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan Menyiapkan baginya (Jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
Sesungguhnya Kewajiban Kami-lah Memberi Petunjuk, dan sesungguhnya Kepunyaan Kami-lah akhirat dan dunia. Maka, Kami memperingatkan kamu dengan Neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di Jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari Keridaan Tuhan-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasaan.”
(Al Lail)
Adapun orang yang memberikan (hartanya di Jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan Menyiapkan baginya Jalan yang mudah.
Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan Menyiapkan baginya (Jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
Sesungguhnya Kewajiban Kami-lah Memberi Petunjuk, dan sesungguhnya Kepunyaan Kami-lah akhirat dan dunia. Maka, Kami memperingatkan kamu dengan Neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di Jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari Keridaan Tuhan-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasaan.”
(Al Lail)
Minggu, Maret 29, 2009
Bukan berikan yang bukan terbaik
Rencananya Rabu ini, istri saya bikin bazar kecil2an di rumah. Jualan pakaian sebagian besarnya. Dia pun iseng share hal ini di facebooknya. Ternyata banyak sekali yang ingin berpartisisapi, tidak hanya yang tinggal dekat rumah, yang tinggal di Jakarta, bahkan yang tinggal di luar kota. Ada yang ingin datang, ada pula yang setidaknya ingin kirim saja.
Istri saya, teman2nya itu, dan pada umumnya orang-orang kita kadang masih terstigma bahwa kalo ingin bersedeqah maka yang akan diberikan biasanya barang-barang milik yang tersisa, yang tidak terpakai, yang lama tersimpan, atau bahkan ada juga yang memberikan barang yang sudah rusak. Kemungkinan sih ini memang akibat dari pengetahuan yang diajarkan kepada kita sejak kecil, kalo ada acara bantuan, ada bazar, ada sedeqah, yang diberikan adalah barang milik yang bukan yang terbaik. Padahal belum sempurna iman seseorang jika dia belum memberikan yang terbaik darinya. Nabi saw bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang sampai ia memuliakan tetangganya,” (HR Muslim). Dalam hadits lain disebutkan, Rasulullah saw bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,” (HR Bukhari Muslim).
Sudah beberapa kali ini saya tidak menghadiri pengajian di Mesjid Al Azhar, Kebayoran Baru. Pengajian yang saat ini diselenggarakan sebulan sekali, tiap jumat malam pekan terakhir , diisi oleh Ustadz Yusuf Mansur. Inilah salah satu hal yang saya sedihkan dari bekerja sebagai pegawai kantoran, tidak bisa bebas beraktifitas. Pengen ikut pengajian, pengen pergi ke mana - jalan ke mana, pengen kumpul sama temen, tapi kadang harus memenuhi kewajiban.
Tapi akhirnya Jumat kemarin saya bisa ikut tuh pengajian. Saya kirim message ke beberapa teman bahwa saya akan dateng ke pengajian itu, “sampe ketemu di sana”, pesan tulis saya. Kangen juga dengan siraman rohani dan pupuk ilmu, tausyiahnya Ustadz Yusuf Mansur so pasti tentang sedekah. Terakhir2 mengenai sedeqah adalah memberikan hal yang terbaik yang kita miliki. Saat ini beda lagi, lebih tepatnya nambah lagi.
Dia cerita bahwa ada satu orang yang ingin mensedekahkan usahanya. Dari 5 cabang dia ingin memberikan 1 cabang yang terbaik, yang paling besar, yang paling laris, yang paling loyal customer dan paling loyal pegawainya, yang paling banyak omset serta keuntungannya. Sudah benar, tapi kurang :) Ternyata orang itu diminta untuk mensedekahkan 4 cabang usahanya, dengan hanya menyisakan 1 cabang yang paling kecil untuk dia. Semua yang mendengar tausyiah tersenyum dan tertawa. Sang pemilik usaha yang akan bersedekah itu diceritakan mengaduh berulang kali, memegang-megang kepalanya, “waduuh... waduuuhh... waduuuh..” Saya pun tertawa kecil.. hehehe...
Akhirnya ya dikasihlah 4 cabang usahanya itu, dengan menyisakan satu cabang yang terkecil. Dalam hitungan tidak sampai 1 bulan.. Diberikan Allah 1 deal bisnis dengan besaran 1 milyar dari satu cabang usahanya yang terkecil, yang telah tersisa untuknya itu. Allahu akbar! :)
Saya bilang sama temen di samping saya, “inget tobatnya dan sholatnya dulu, sedekah ini hanya short cut”. Kira2 begitu, sebaiknya kita mulai pendidikan kepada diri kita, keluarga dan anak kita, bahwa memberikan sesuatu itu, bersedekah itu.. harus dengan yang terbaik yang kita miliki.. benar2 yang terbaik.. “Bismillaahirrohmaanirrohiiim” :)
Semoga berguna
herryhasibuan.blogspot.com
NB: Ditulis bersama 6 month Xerre yang sedang guling-guling di samping saya, dengerin album Indahnya Islam, by Ria Enes dan Susan.
Istri saya, teman2nya itu, dan pada umumnya orang-orang kita kadang masih terstigma bahwa kalo ingin bersedeqah maka yang akan diberikan biasanya barang-barang milik yang tersisa, yang tidak terpakai, yang lama tersimpan, atau bahkan ada juga yang memberikan barang yang sudah rusak. Kemungkinan sih ini memang akibat dari pengetahuan yang diajarkan kepada kita sejak kecil, kalo ada acara bantuan, ada bazar, ada sedeqah, yang diberikan adalah barang milik yang bukan yang terbaik. Padahal belum sempurna iman seseorang jika dia belum memberikan yang terbaik darinya. Nabi saw bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang sampai ia memuliakan tetangganya,” (HR Muslim). Dalam hadits lain disebutkan, Rasulullah saw bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,” (HR Bukhari Muslim).
Sudah beberapa kali ini saya tidak menghadiri pengajian di Mesjid Al Azhar, Kebayoran Baru. Pengajian yang saat ini diselenggarakan sebulan sekali, tiap jumat malam pekan terakhir , diisi oleh Ustadz Yusuf Mansur. Inilah salah satu hal yang saya sedihkan dari bekerja sebagai pegawai kantoran, tidak bisa bebas beraktifitas. Pengen ikut pengajian, pengen pergi ke mana - jalan ke mana, pengen kumpul sama temen, tapi kadang harus memenuhi kewajiban.
Tapi akhirnya Jumat kemarin saya bisa ikut tuh pengajian. Saya kirim message ke beberapa teman bahwa saya akan dateng ke pengajian itu, “sampe ketemu di sana”, pesan tulis saya. Kangen juga dengan siraman rohani dan pupuk ilmu, tausyiahnya Ustadz Yusuf Mansur so pasti tentang sedekah. Terakhir2 mengenai sedeqah adalah memberikan hal yang terbaik yang kita miliki. Saat ini beda lagi, lebih tepatnya nambah lagi.
Dia cerita bahwa ada satu orang yang ingin mensedekahkan usahanya. Dari 5 cabang dia ingin memberikan 1 cabang yang terbaik, yang paling besar, yang paling laris, yang paling loyal customer dan paling loyal pegawainya, yang paling banyak omset serta keuntungannya. Sudah benar, tapi kurang :) Ternyata orang itu diminta untuk mensedekahkan 4 cabang usahanya, dengan hanya menyisakan 1 cabang yang paling kecil untuk dia. Semua yang mendengar tausyiah tersenyum dan tertawa. Sang pemilik usaha yang akan bersedekah itu diceritakan mengaduh berulang kali, memegang-megang kepalanya, “waduuh... waduuuhh... waduuuh..” Saya pun tertawa kecil.. hehehe...
Akhirnya ya dikasihlah 4 cabang usahanya itu, dengan menyisakan satu cabang yang terkecil. Dalam hitungan tidak sampai 1 bulan.. Diberikan Allah 1 deal bisnis dengan besaran 1 milyar dari satu cabang usahanya yang terkecil, yang telah tersisa untuknya itu. Allahu akbar! :)
Saya bilang sama temen di samping saya, “inget tobatnya dan sholatnya dulu, sedekah ini hanya short cut”. Kira2 begitu, sebaiknya kita mulai pendidikan kepada diri kita, keluarga dan anak kita, bahwa memberikan sesuatu itu, bersedekah itu.. harus dengan yang terbaik yang kita miliki.. benar2 yang terbaik.. “Bismillaahirrohmaanirrohiiim” :)
Semoga berguna
herryhasibuan.blogspot.com
NB: Ditulis bersama 6 month Xerre yang sedang guling-guling di samping saya, dengerin album Indahnya Islam, by Ria Enes dan Susan.
Langganan:
Postingan (Atom)
griya madrasah
race to get a rent housing
griya madrasah
rent a beatiful housing 45.000/day