Senin, Januari 26, 2009

Hujan dan pempek


Langit yang pada awalnya terang, mulai digusur awan gelap pembawa berton air. Dalam rundungan gelap itu, air hujan pun ada yang menitik. Ibarat Sang Punya Hujan sudah pegang ember besar tinggal menghamburkan air di dalamnya ke bumi ini. Tempat para mahluk-Nya tinggal sementara. Salah satu mahluk-Nya ini dalam perjalanan rencana mengantarkan pempek untuk pelanggan. Berzikir dan berdoa setidaknya hujan ini di-hold hingga tiba di rumah terlebih dulu.. :)


Pempek yang akan dikirim sore nanti belum dikemas!
Sampai di depan rumah, hujan sudah mulai ditumpahkan. Begitu masuk rumah.. tumpah lah ruah sudah hujan Allah. Panas siang hari itu luber juga akhirnya jadi hujan, hujan cukup deras yang meminggirkan para pengendara motor dari jalanan. Minggir terburu-buru cari teduhan di emperan toko, di depan rumah makan, di bawah tenda tukang nasi goreng, termasuk yg tidak safe di bawah pohon. Tanah yang semula polkadot oleh titik-titik air gerimis, jadi kuyup rata ditumpahi hujan. Sebentar lagi beberapa lokasi akan menampung aliran air dari lokasi lain. Menampungnya sebagai air resapan, atau sebagai air genangan, atau malah jadi banjir sendirian. Apa doanya kalo turun hujan? “Ya Allah , turunkanlah hujan yang bermanfaat.”

Adzan waktu ashar sudah mulai dikumandangkan, membantu para manusia ‘ngeh’ untuk memenuhi Panggilan Majikan, Panggilan Si Bos. Di telepon genggam sudah ada masing2 satu panggilan tak terjawab, pasti dari si pelanggan pempek. Nanti dulu ah.. penuhi dulu Panggilan tadi, ajak istri untuk Menghadap Si Bos berjamaah. Biasanya memenuhi panggilan Si Bos harus dipenuhi dengan dateng ke rumah-Nya, tapi keadaan hujan gede banget. Sholat, berzikir, dan berdoa.. Renung sejenak dan yakini, dunia ini cuma jadi nomor 2.

Selesai memenuhi panggilan Si Bos, saatnya memenuhi panggilan pelanggan pempek kami. Saya kirim pesan singkat, kl sekarang pempeknya dah mo dikirim. Hujan masih deras, baru kali ini saya nganterin pempek hujan-hujanan. Kemasan pempek dimuat di dalam box, terikat kuat di belakang motor, cuka ditaro dalam tas punggung. Jas hujan dibungkuskan rapat di sekujur badan. Lumayan, air hujan tertahan.

Kali ini daerah tujuan adalah Pd. Cabe, nggak jauh.. Ambil jalur PLN, Cinere, Lereng, Bukit Modern.. sampailah di daerah Pd. Cabe. Pelanggan itu mo bikin acara keluarga. Di perjalanan, hujan masih diguyur. Dengan helm tanpa kaca penutup muka, wajah ini pasrah ditusuk2 air hujan.. tusuk refleksi wajah hibur saya.

Alhamdulillahnya.. sampai depan rumah pelanggan, guyuran hujan berhenti. Cepat2 buka jas hujan dan kemasan pempek di box belakang. Bel dibunyikan, dan inilah yang dinantikan.. senyum manis sang pelanggan :) Setelah dibayar dan bincang2 sejenak, ditawarkan pula metik rambutan.. terima kasih, mo langsung pulang saja.. Selamat menikmati hangatnya pempek goreng plus dahsyatnya cuka kuah pempek, liur akan deras mengalir! :D

Perjalanan pulang sangat berbeda dengan perjalanan pergi. Guyuran hujan berganti menjadi kehangatan. Matahari sore sudah menggugat balik awan hitam, menuntut kembali perannya memberikan keindahan hari. Zikir dan doa masih terus dialunkan, meminta hujan dan pempek ini jadi rezeki dan keberkahan.. Amiin.

herry hasibuan



Pesan.. call or sms 0815 1884208; 08569856357; 70402833

Senin, Januari 19, 2009


Hari ini penjajakan mo bisnis air kemasan galon.. liat customer pioner yg baru buka kantornya di selatan Jakarta.. siang dikunjungin masih banyak orang.. malem dikunjungin lagi, u cek udah siap ato blom dukungan air minum setidaknya u acara mereka besok pagi.

Repot tp senang.. nanti harus cari customer berikutnya sehingga SOP dan biayanya jadi effektif dan efisien :) sekarang masih capek sendiri.. kadang mikir jemput rezekinya koq masih gini banget :) hibur2, g apa2, Alhamdulillah msh bisa jemput rezeki..

Saya masih inget orang2 yang masuk kategori u sy terenyuh banget mengingat mereka dalam menjemput dan mencari rezeki..

Pertama. Kejadiannya waktu saya masih kuliah, sering nunggu bis di terminal blok m u berangkat ke kampus. Saya dan banyak calon penumpang lainnya nunggu bis di pintu masuk terminal, karena disitulah bis yang datang sudah mulai bisa terlihat. Semua calon penumpang olahraga pagi! lari2 mengejar bis, berebutan mencari pegangan pintu bis tersebut, melompat ke dalam dan di dalam bis masih rebutan lagi cari tempat duduk. Bis harus tetap melaju masuk terminal, mengambil jalur masing2 karena memang tidak diperkenankan menaikkan penumpang di pintu masuk terminal. Polisi sudah garang memperhatikan di kejauhan, pengawas terminal berteriak2 dari tower di ujung sana, mengatur bis yg datang dan para penumpang yg mulai ramai.

Suatu hari, sy liat beberapa lelaki menunggu bis yang akan datang. Sepertinya para kuli bangunan karena beberapa ada yg bawa pacul, jungkat jungkit dan peralatan bangunan lain.. Datanglah bis mereka maka mulailah mereka berlari mengejar pegangandi pintu bis.. Saya hanya melihat usaha mereka, karena itu bukan bis yg saya tunggu. 1 orang berhasil melompat naik, orang ke-2 pun sukses melompat memijakkan kakinya di pintu bis. Orang ke-3 masih mengejar bis.. Alih2 mengikuti keberhasilan temannya, dia malah terjatuh! Jatuh pontang panting seperti larinya dia mengejar bis!


Tersandung, pegangan pintu bis tidak tergapai, dan orang2 lainnya tetap berlari berdesak untuk naik ke pintu bis tersebut! Laki2 itu jatuh bersama tas ransel plus tas kresek hitam yang dibawanya. Tas kresek hitam itu memuntahkan isinya.. mengeluarkan bunyi krompyang-krampying ramai! Menegunkan orang2 yang menyaksikannya termasuk saya.. tau kah anda isi plastik kresek hitam itu? Panci berpantat hitam beserta sendok dan garpu.. Laki2 buruh bangunan itu bawa2 panci dan sendok garpu. Lari2 ngejar bis ntah mau kemana tujuannya, yg pasti cari rezeki.. terjatuh2 sebelum sampai tempat yg ditujunya..

Mudah2 an usahanya mencari rezeki diberkahi Allah, dikaruniai keluarga yang soleh penghibur hati..

Yang ke-2. Waktu itu saya sudah lulus dan mencari kerja. Suatu hari dipanggillah saya untuk ikut psikotes di Astra Int’l. Seperti biasa tentu banyak yang menerima panggilan tes seperti saya. Saya masih ingat roman2 orang menunggu psikotes, serta kesibukannya mereka sebelum masuk ruangan tes. Ada yang merokok, ada yang bolak balik wc, ada yg dandan, ada yg ngobrol, berkenalan,ada yang belajar, ada yg denger musik, dan masih banyak kesibukan lainnya. Tes masuk ke suatu perusahaan biasanya lebih dari satu kelas, kalau pun cukup satu kelas, kelasnya cukup gede. Serangkaian tes masuk perusahaan di Indonesia rata2 hampir sama saja. Warteg tes, 8 kotak berisi gambar tertentu yang merupakan stimulus untuk melihat kita menggambar apa sebagai penyambung dan jadi apa gambarnya. Tes pengetahuna umum, tes hitung2an soal bercerita sederhana, tes tambah kurang kali bagi sederhana, sampai tes hitungan yang memerlukan konsentrasi dan ketahanan pikiran badan ditempa stress.. creplin. Tes logika, tes apa itu namanya yang muter2in posisi kubus (saya apal jawabannya sampe skrg :)).. tes gambar rumah, tes gambar pohon dan tes gambar orang.

Creplin adalah tes hitung2an yang nambah2in angka dalam satu lembar kertas.. biasanya kertas nya gede banget.. tes ini menuntut konsentrasi dan ketahanan thd stress. Jadilah kami orang yang mengikuti tes hari itu haru mengikuti tes juga tersebut. Dimulai bersama2, orang2 mulai berhitung.. Biasanya masing2 orang sibuk sendiri, fokus, tidak mau tau sudah sampai mana hitungan orang lain.. Satu orang laki2 di samping saya, cukup berisik menghitung2 tambah2an angka.. sambil berisik mengoreskan pensil menulis angka2 hasil tambah2an.. Berisiknya 2 kali.. Berisik hitungan dan berisik goresan pensil. Ditengah waktu tes creplin tersebut, suasana kelas pada umumnya adalah sepi terkonsentrasi.. cukup sunyi... hingga pada akhirnya ruangan itu terpecahkan oleh suara perut keroncongan! KRIUK! Perut laki2 di samping saya berbunyi! cacing di perutnya minta makan :) Saya liat dia langsung memegangi perutnya, dan pura2 cuek.. bola matanya melirik samping kanan kemudian samping kiri. Laki2 pencari kerja itu, mengikuti tes masuk kerja dalam kondisi menahan perut kosong..Belom makan. Entah ini tes di perusahaan ke berapa, dan ntah diterima atau tidak.

Mudah2 an upayanya mendapatkan rezeki diberkahi Allah, dikaruniai keluarga yang soleh penyenang hati..

Dua orang dalam dua pengalaman saya itulah yang hingga saat ini masuk kategori menterenyuhkan hati saya jika mengingatnya, saya masih suka bilang kasihan.

Mudah2an kita semua selalu diberikan petunjuk dan tuntunan oleh Allah dalam menjalani hidup berdunia ini.. Semoga berguna.



Herry Hasibuan
Pempek Mangah Aisyah




NB: Saya waktu itu akhirnya disalurkan ke panggilan wawancara di ACC Fatmawati.. satu kali wawancara dan tidak dipanggil lagi :) Pd akhirnya aya beranikan diri menelpon untuk mencari dan bertanya kepada yg mewawancara saya. Dia hanya menitipkan jawab ke temannya, temannya yang jawab bgmn posisi saya. Saya pun punya teman yang suka jadi teman diskusi, termasuk dalam hal mencari kerja, termasuk trik2 menjawab soal psikotes :)

NB2: Duh segitunya y cari rezeki.. mudah2an kita bisa jadi pencipta lapangan kerja saja. Saya pasti berhasil, sudah berhasil, sungguh berhasil. Smg kita diberkahi Allah dan mendapatkan Rahmat-Nya. Amiin.

Sabtu, Januari 10, 2009

Hemat


Kalo beli buku ke mana? Sebagian besar dari kita pasti menjawabnya ke Gramedia.. Hebat memang Gramedia, brand nya sudah tercap di kepala orang Indonesia.

Teman saya yang pada suatu waktu sedang baca novel, saya ajak ngobril ringan tentang kesukaannya membaca buku.. Dia yang notabene tempat tinggalnya masih terbilang sedaerah dengan saya, masih satu kota Depok, merekomendasikan satu toko buku yang bukan Gramedia!

Nah disitulah saya melunturkan brand Gramedia di kepala saya. Jadi.. Ada toko buku namanya TM Bookstore, kalo di Depok letaknya di Depok TownSquare Lt2 (Detos, seberang Margo City ). Kata teman saya yang lain, di Kebon Jeruk juga ada. Itu memang toko baru.

Buku2di TM Bookstore hampir semuanya selalu dijual dengan diskon. Min 15%, terakhir weekend kemarin saya liat ada yang 50%! Entah bgmn perhitungannya, yang pasti itu terkait dengan strategi pemasaran mereka. Toko buku tersebut juga rajin menggelar live music menemani para pengunjungnya.. Menurut saya strateginya cukup berhasil karena telah merubah map brand toko buku pada kepala beberapa orang.. setidaknya kan temen saya dan saya.. hehe.. Temen saya itu untuk saat ini sudah menjadikan TM Bookstore sebagai toko buku pertamanya untuk mencari buku2 yang dia inginkan.. Sedangkan saya telah menjadikannya sebagai toko buku pilihan, pilihan yang cukup memberatkan.. :) Ke Gramedia kl iseng atau kalau kepepet aja :)

Weekend kemarin saya beli:
Rahasia sukses Toko Tionghoa (Istijanto Oei) Rp 40.000 Disc 15% = Rp 34.000
Edensor (Andrea Hirata) Rp 44.500 Disc 25% = Rp 33.375

Total Rp 84.500 berhemat Rp 17.125 itupun masih didiskon pembulatan kebawah Rp 75* sehingga cukup bayar Rp 67.300 Lumayan kan?! Hemat Rp 17.200!

Semoga berguna


Herry Hasibuan

NB: * Setau saya.. Umumnya kalo orang kita jualan, kembaliannya itu pembulatan ke atas.. jadi pembeli bayarnya lebih. Atau kalo nggak kembaliannya pake permen. Ini nggak baik.

Hati2 ya.. kalo di Alquran dibilangnya termasuk tidak adil dalam timbangan. Kalo untuk orang lain dikurang-kurangin, kalo untuk diri sendiri maunya dilebih-lebihin. Hati2 ya.. :)

Kamis, Januari 01, 2009

jangan tembak saudara kita


A’udzubillahiminas syaitonirrojiim. Bismillaahirrohmaanirrohiim.


“Negara Arab Tak Rayakan Pesta Tahun Baru, begitu Detik dot com memberitakan. Mereka tidak merayakan malam pergantian tahun baru, pesta dibatalkan di sejumlah negara. Inilah salah satu sikap imbas dari agresi Israel atas Palestina.”

Islam tidaklah memperkenalkan hari raya-hari raya yang disambut dengan suka cita kecuali dua hari.. yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. ” Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang datang ke Madinah, dalam keadaan penduduk Madinah memiliki dua hari besar yang mereka bergembira ria padanya, maka beliau bertanya : “Apakah dua hari ini?” maka mereka menjawab : “(Hari besar) yang kami biasa bergembira padanya pada masa jahiliyyah. Maka Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menggantikan dua hari tersebut dengan hari raya yang lebih baik, yaitu ‘Idul Adh-ha dan ‘Idul Fitri.“


Negara Arab, negara lain, penduduk Negara Indonesia yang beragama Islam, yang mengusung papan Islam dipundaknya, yang menjahitkan Islam di jantungnya, yang mendaftarkan Islam sebagai agama pada KTP nya, pada kartu identitasnya, lumrahlah sudah untuk sebaiknya mulai peduli ilmu dari Pencipta-nya ini. Mulai belajar menjalankan fitrah hatinya yang sudah dituntun oleh Sang Tempat Kita Kembali, yang telah diturunkan dan diajarkan oleh Junjungan kita Rasulullah – Orang yang kita ingin sekali berada di bawah keteknya di Padang Mahsyar :)

Menyikapi keadaan manusia di Palestina, manusia di atas bumi Allah ini, manusia di samping rumah kita, manusia di dalam rumah kita.. Apakah harus menunggu 200-300 kepala manusia Palestina dibom?! 200-300 nyawa saudara kita se-Iman direnggut?!

“ Kaum muslim adalah satu badan, jika ada satu anggota badan menderita sakit, seluruh badan akan demam dan menjadi tidak bisa tidur". (HR Bukhari Muslim)


Momen ‘tidak merayakan’ ini semoga menjadi langkah awal satu belahan dunia yang akan menjadi loncatan-loncatan besar di seluruh bulatan bumi ini. Pernah kah ditanyakan sebetulnya bagaimana cara menghentikannya? Stop.

Doa.. Tentu, itulah salah satu senjata. Ekonomi.. Bisa, itulah yang akan menghambat dan bisa menghentikan modal dana agresi nembak-nembakin manusia, ngebom-ngebom manusia. Perundingan? Gencatan senjata? Itu basi. ..Dah berapa kali perundingan dan gencatan senjata diterjang kembali oleh peluru dan bom bersama nyawa manusia? Nyawa orang tua, nyawa perempuan, nyawa anak kecil?

Produk-produk yang kita beli.. Barang-barang yang kita, keluarga kita, dan rumah kita konsumsi.. Sudah berapa tahun sehingga berapa banyak jumlahnya kita beli, akan memberikan laba kepada perusahaan yang sudah jelas-jelasnya milik negara pelaku agresi.. negara pelaku perang.. negara lainnya sekutu penembak manusia..

Kalau uang dari kita Rp 1 (satu rupiah) atau Rp 0,001 (satu per seribu rupiah) yang masuk jadi laba perusahaan dan negara itu digunakan untuk bikin peluru,, akumulasi untuk bikin bom,, apakah tidak kita jadinya pembunuh manusia, pembunuh saudara kita sendiri?

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah pun niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Qs. Az-Zalzalah: 7-8).

Apakah sudah pilih2 restoran tempat kita makan? Apakah sudah mulai cari barang pengganti, pengganti produk2 yang dijual perusahaan negara pelaku perang? Memang perlu belajar, dan perlu perjuangan. Beberapa orang sudah memulainya.

Yang sudah lalu bagaimana? Yang dulu pernah kita lakukan bagaimana? ..Biarlah Allah yang mengurusnya. “Orang-orang yang telah sampai kepadanya Larangan dari Tuhan-nya, lalu terus berhenti, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu, dan urusannya kepada Allah..” (Al-Baqarah: 275)

Yang penting mulai sekarang, dari diri sendiri aja dulu, mulai sedikit2.. Terus begitu.

Yang baik datangnya hanya dari Allah. Mari berlindung dari kealpaan, riya dan sombong, kejahatan syetan.



Herry Hasibuan

NB: Biasanya ditanya lagi, bagaimana nasib orang2 yang bekerja di perusahaan itu kalau produk dan barang-barangnya tidak dibeli.. bangkrut, pengangguran.. “..Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan Mengadakan baginya Jalan Keluar. Dan Memberinya Rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan Mencukupkan (Keperluan)nya. ..” (Ath-Thalaq: 2-3)

NB2: Kutipan terjemahan Al Quran di atas sulit dilihat sebagai tafsir, karena tidak dilakukan utuh menyeluruh. Sungguh demikian hanya kepositifan dan kemajuan yang diharapkan.

Rabu, Desember 31, 2008

Pilihan dan kehati2an

Pengendara mobil itu merasa lebih beruntung karena tidak perlu kepanasan dan tidak perlu kehujanan. Si pengguna kendaraan umum pun merasa lebih beruntung, misal pengguna TransJakarta yang membatin, “untung deh g kena macet, g kena hujan pula”. Pengendara motor merasa lebih beruntung juga karena tidak perlu terkena macet, bisa nyelip-nyelip di antara kemacetan. Pejalan kaki merasa lebih beruntung karena bisa sehat dan tidak perlu keluar biaya. Pengendara sepeda merasa lebih beruntung karena relatif hemat biaya, lebih sehat, dan agak lebih memiliki kecepatan dalam menempuh perjalanan.

Pilihan berkendaraan hanyalah satu hal contoh, masih banyak sekali pilihan2, perbandingan2. Tinggal di apartemen strategis atau di rumah dengan pekarangan. Sekolah di swasta berfasilitas atau sekolah negeri yang lebih merakyat. Kuliah atau langsung bekerja atau kuliah sambil bekerja. Bekerja untuk orang, bekerja dengan orang, bekerja untuk diri sendiri, atau bekerja agar orang lain juga bisa bekerja. Mati berguna dengan pahala atau mati seadanya (yang ini harus dipilih cepet2.. hehehe..). Sebetulnya setiap orang punya keputusannya masing-masing, ntah bersifat sementara atau pun telah ditetapkan, telah diteguhkan pilihannya. Dan Allah pun punya andil pada setiap hal itu, setiap jalan yang dilalui hamba-Nya.

Setiap hal itu ada kelebihannya dan ada kekurangannya, ada untungnya dan ada ruginya. Kita memang telah diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan. Tapi kadang yang harus kita perhatikan juga, bukanlah tugas kita untuk menilai-nilai rumput tetangga. Bukan tugas kita untuk menilai-nilai baik buruknya orang lain, kecuali mengambil hikmah darinya.

Mau apa pun pilihan kita.. Nanti yang hakiki, Allah akan cuma tanya iman kita.. Dan tentang iman kita itu cuma Allah yang bisa nilai, cuma Allah yang punya hitungannya..

Kita punya rambu, cuma punya rambu.. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum Mengetahui (dalam kenyataan)orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (At Taubah:16)

(Ujian keimanan dalam menjalani hidup, rambu ujian keimanan ini harus selalu dipegang dan digunakan)

Jalankan saja pilihan kita, jalankan saja apa kesenangan kita, hati2 menjalaninya.. hati2 mata mulut telinga kita, hati2 tangan badan kaki kita, hati pikiran dan pemikiran kita, hati2 qalbu (hati) kita..

Semoga berguna



herryhasibuan.blogspot.com




Jumat, Desember 19, 2008

Responsif

Tumben-tumbennya saya dapet surat, Kamis 18 Desember 2008 saya dapet surat, dari Koran Tempo ternyata. Sebagai pengirim mereka memberitahukan bahwa masa berlangganan saya akan berakhir pada tanggal 31-01-2009. Berlangganan Koran Tempo bagi saya adalah compliment dari seminar selling skill yang pernah saya ikuti di Bandung. Waktu itu murah banget biayanya sekitar seratus lima puluh ribuan. Saya kira ok juga lah, rekreasi ke bandung sambil dapet ilmu dan bisa berlangganan koran.

Waktu saya ikut seminar itu, sebetulnya kita para pesertanya diarah-arahin untuk membentuk komunitas, waktu itu diarahin minimal punya milis dulu. Caranya dibuat dengan mencari siapa yang paling rame bercerita tentang dirinya, nah dialah yang akan ‘dijadikan pemimpin’ yang tugas pertamanya adalah bikin milis dan memoderasinya. Tapi kayaknya ga jalan tuh, apa sayanya aja ya yang gak diajak xixxixi…. Nah dari komunitas itulah yang pastinya diharapkan untuk menjadi komunitas pembaca tempo…

Menanggapi surat yang dikirim itu, saya malah kirim pemberitahuan balik bahwa alamat saya baru, dan saya minta dikirim Koran Temponya ke alamat baru saya itu. Padahal waktu berlangganannya sebentar lagi habis, tapi lumayan lah kalo saya masih bisa berlangganan baca pikir saya.. xixi.. Saya kirim pemberitahuannya ke
cs@tempo.co.id, sore harinya itu sesudah saya terima surat dari mereka.

Keesokan paginya (ini yang menurut saya bagaimana ya).. Saya dah terima Koran Tempo terbitan pagi hari ini di alamat baru saya, sesuai permintaan saya kemarin sore! Cepet banget. Hebat euy! Inilah yang namanya demi kepuasan kustomer :) Sebetulnya mungkin standar aja, tapi menurut saya jadi hebat karena ya cepet bangetnya itu.

Saya tadinya mikir2 untuk meneruskan berlangganan koran tempo.. tapi sekarang, saya jadi lebih mikir lagi.. karena menurut saya keren juga profesionalitas pelayanannya hehehe..

Good work Koran Tempo.



herryhasibuan.blogspot.com


NB: Kalo kita perhatikan Koran Tempo memang lagi gencarnya melakukan pemasaran. Salah satunya adalah membuat acara2 yang bisa membentuk komunitas pembaca, salah satu acaranya adalah seminar or pelatihan berbayar dan gratis berlangganan Koran Tempo untuk beberapa waktu. Dari acara2 itulah diinginkan terbentuknya komunitas pembaca Koran Tempo. Untuk memuaskan pembacanya juga, Koran Tempo terbit via web,
www.tempointeraktif.com.

NB2: Baca n visit Republika :)





Sabtu, Desember 06, 2008

kami beli kendaraan


Tahun ini kami beli 3 kendaraan.. Alhamdulillah.. walaupun kendaraannya masih yang kapasitas kecil, tapi mudah2an nanti bisa cukup sebagai transportasi kami..

Waktu malem2 saya pesan kendaraan itu, sang dealer bertanya apakah sebelumnya beli dengan mereka juga.. wah saking banyaknya pelanggan, dealer sulit menghapal pelanggannya! Iya jawab saya, sudah 3 tahun terakhir kami beli kendaraan selalu sama mereka.. itu pun karena sebelumnya dengan dealer lain, administrasinya kurang rapih.. kami tidak dapet report pasca pengiriman..

Saya bilang dengan dealer yang satu ini, mudah2an report pengirimannya tetap amanah, disampaikan kepada kami..

Untuk ukuran Rp 789.000, setiap orang harus bisa membeli kendaraan ini setiap tahun. Orang yang punya pekerjaan harus bisa nabung untuk beli kendaraan ini. Coba hitung-hitung berapa uang yang telah dikeluarkan untuk nonton di 21, makan di restoran.. cafe.., rokok, beli pulsa, dan pengeluaran2 lain yang mo kita perhitungkan..

Ini adalah investasi kita.. "Dari Abi Hurairah radliyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa memiliki kelapangan (kemampuan) kemudian tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat Ied kami." (HR. Ahmad, Ibnu Majah,Ad-Daruqutni, Al-Hakim, sanadnya hasan, lihat Ahkamul Iedain hal. 26).


semoga berguna




herryhasibuan.blogspot.com

griya madrasah

griya madrasah
race to get a rent housing

griya madrasah

griya madrasah
rent a beatiful housing 45.000/day