Kamis, Desember 03, 2009

Tebusan yang melegenda

Sewaktu hidup, bau badannya sangat khas. Khas baunya itu, menjadi kekurangberuntungan bagi pemilik aroma badan yang disetarakan dengannya. Bagi orang yang mengaku sudah mandi, apalagi yang belum mandi. Jangankan mandi, air pun memang musuh besar baginya, salah satu mahluk darat yang ‘water resistent’.

Allah Yang Maha Adil tak membiarkannya begitu saja dengan kekurangannya tersebut. Spesiesnya ternyata mendapat kebanggaan untuk digembalakan oleh Young Rasulullah. Hingga saat ini menjadi salah satu ternak favorit manusia. Menjadi salah satu pilihan menggiurkan ketika tertera di menu restoran, menjadi salah satu pertanyaan utama “ini/itu apa?” di atas meja makan. Cukup tersohor juga dia, karena namanya dipampang di tempat2 makan kelas tenda hingga billboard restoran ternama.

Ketika sudah digulingkan, sebagian besar orang malah mendekatinya, merapat padanya, di suatu perhelatan apalagi resepsi pernikahan. Ketika orang-orang baru datang, biasanya menjadi yang dicari-cari. Menjadi omongan ketika orang sudah mulai bersantap dengan senyuman. Menelantarkan teman-temannya yang lain, dan terus saja melayani setiap orang yang mengambilnya dengan mata berbinar, liur di bawah lidah pun bisa rembes. Stoknya mulai menipis, orang yang mengantri malah bertambah panjang. Menjadi pencarian sebagian orang yang telah kehilangan jatahnya. Membuahkan kecewa kecil ketika dia telah juara, juara dalam tiada.

Dia meraih angka yang tinggi untuk kategori kalori. Partner yang tepat untuk orang-orang bersemangat, semangat orang-orang yang beraktivitas di luar ruangan, penjaga semangat di dalam ruangan, penambah semangat di bawah selimut. Berhati-hatilah dengannya, mampu menelan korban bagi yang mengkonsumsinya dalam dosis tinggi.. kesehatan menjadi korban.
Salah satu saudaranya mendapatkan kehormatan menjadi tebusan bagi seorang anak, seorang nabi. Menjadi peran pembantu dalam sejarah pengorbanan. Pengorbanan yang memberitahukan arti sebuah ujian, memberitahukan arti berserah diri, memberitahukan kategori orang sabar, orang baik, dan orang beriman. Pujian lah yang diabadikan untuk sang bapak, bapak manusia, Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam. Pujian dari orang2 dahulu, yang sekarang, dan yang datang kemudian.

Setahun sekali, mereka menjadi salah satu tokoh utama berhari raya. Anak saya tidak sulit mengenalinya, cukup lah mudah mengenali mereka. Begitu pun anda, anda sewaktu masih anak-anak, dan anak-anak anda sekarang.. Mbee.. begitulah bunyinya.. :)


Herry Hasibuan

Hari pertama tasyrik 1430 H

Kamis, November 12, 2009

Pernikahan dan perahu keluarga


November ini, baru 2 tahun Saya dan Una, istri saya, meninggalkan garis start pernikahan, menaiki perahu keluarga, untuk mengarungi samudera kehidupan baru. Mengarungi samudera, koq kesannya berat banget ya? Yaa.. peran baru lah. Saya sih pengennya asik2 aja menjalaninya, ya InsyaAllah dengan adanya 2 Pegangan itu apa pun bisa dilakoni.
Dulu, waktu masih jadi rencana jadi istri.. Si Una itu diskusi sama saya, apa sih visi dan misi pernikahan nanti. Saya agak2 sadar dan meng –“iya juga ya..”, padahal tadinya cuma ngobrol, nanya kira2 akan ditanya apa aja sama bapak ibunya pada saat saya mengutarakan keinginan untuk dinikahkan dengan anaknya itu.. Inilah sisi serius lain, yang daripada menyegerakan kebaikan, menyegerakan sunnah Rasul, menyegerakan ibadah..
Waktu itu visinya adalah mencari Ridha Allah. Sedangkan misinya adalah membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Nggak langsung jadi tuh, Una yang waktu itu ilmu mengenai berkeluarganya sepertinya lebih tinggi dari saya beberapa kali memberikan masukan dan mengadakan perbaikan.

Emang sih ya, apa pun itu, kalau baru mau akan biasanya banyak teorinya. Satu orang teman saya bilang kalo menikah itu harus disegerakan, Sunnah Rasul, Rasulullah menikah sewaktu umur sekitar 25. Satu orang lagi kasih masukan agak bagus, bahwa dua orang yang dinikahkan bukanlah mencari kesamaan, tapi lebih cenderung menerima perbedaan dengan tetap memperbaiki jika ada yang salah. Saya yang waktu itu cuma “Let it flow”, cuma punya pegangan kalo (1) kita harus mensuritauladani Rasulullah, dan saya tau kalo (2) Allah Berfirman di dalam AlQuran bahwa orang yang tidak baik akan mengawini orang yang tidak baik, sedangkan orang yang baik adalah untuk orang yang baik juga (An Nuur). Saya lupa kapan saya benar2 menyadari kalo (3) jodoh itu sudah ada Tulisannya.. jadi ya sebetulnya tinggal jalanin aja, yang wajar2 aja.. Yang terakhir adalah (4) keinginan menikah, keinginan berkeluarga adalah sama halnya dengan keinginan terhadap hal-hal yang lain. Yang akan mewujudkan keinginan-keinginan tersebut adalah Sang Maha Punya, Allah. Jadi syarat standarnya adalah kita harus jadi orang yang layak menerima sesuatu, jadi orang yang pantas diberikan sesuatu. Kita harus mengkondisikan diri kita, mempersiapkan diri kita supaya layak menerimanya, supaya pantas dan siap menerimanya.
Kalau masih punya salah sama Allah, apakah Allah akan Wujudkan keinginan kita. Apalagi kalau masih sering melakukan kesalahan, apakah Allah akan Memberikan apa yang kita mau. Minta maaflah kepada-Nya dan jangan pernah dilakukan lagi, itu bisa jadi langkah pertama yang baik. Yang ke dua berkaitan dengan-Nya adalah perbaiki semua cara ibadah kepada-Nya, pastikan hubungan kita dengan-Nya sudah sesuai dengan juklaknya, sudah sesuai dengan prosedurnya yaitu Sunnah Rasulullah. Hablumminallah dan hablumminannas nya sama-sama diperbaiki. Maka perbaikan yang ke-3 adalah perbaikan hubungan dengan sesama manusia. Kadang kalo saya bingung punya salah sama siapa, yang saya lakukan cuma berdoa supaya punya kesempatan untuk minta maaf, ato setidaknya supaya orang yang saya salahi itu dihapuskan kesalahan2nya. Berdoa untuk kebaikannya. Sedekah, sedekah ini cukup dahsyat. Sedekah sangat berguna untuk memperbaiki hubungan kita kepada Allah sekaligus hubungan kita kepada sesama manusia. Sedekah itu menggugurkan kesalahan2, sedekah itu membantu manusia-manusia yang membutuhkannya.
HR. Al-Bukhari. “Wanita itu (menurut kebiasaan yang ada, pent.) dinikahi karena 4 perkara, bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. Bila tidak, engkau celaka”. Perempuan pun biasa melihat laki2 berdasar 4 hal tersebut. Diluar pengetahuan kita kalo “jodoh itu Di Tangan Allah”, jadikanlah hadits di atas sebagai pegangan dalam usaha untuk mencarinya, karena bagaimana usaha pencariannya ini pun akan Dilihat oleh-Nya, Dinilai oleh-Nya. Dari ke4 perkara tersebut, wanita/pria langka yang memiliki ke4-4nya dengan kualitas yang baik, maka lebih umum, lebih banyak wanita/pria yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Biasanya yang dilihat dahulu adalah fisiknya.. normal lah ya, wajar. Yang matre (berapa pun kadarnya), akan ngelihat hartanya, kerjanya apa, di mana.. wajar juga koq. Dilihat juga keluarganya, dari mana asal-usulnya, keluarga yang bagaimana sih latar belakangnya, ini pun wajar dan normal saja. Tapi jika kita memilih salah satu faktor sebagai kelebihan yang menunjang pilihan kita, konsekuensinya adalah ada kemungkinan kita dapatkan faktor lain sebagai kelemahan yang mengikutinya. Saya (dan mudah2an kita semua) tidak mau lah menjadikan perkara agama (termasuk budi pekerti didalamnya) sebagai hal yang dilihat terakhir. Agama harusnya dilihat sebagai kelebihan pertama. Dengan hal ini, Insya Allah perahu pernikahan akan punya peta yang akurat, kompas yang asli, dan tujuan yang lebih hakiki. Dulu, (pada akhirnya) maunya saya, saya mau punya (calon) istri yang jilbabnya selebar dan sepanjang mungkin sebagai penilaian agamanya, dan punya kepintaran (IQ) yang dilihat dari sekolah dimana aja dia sebelum2nya, kuliahnya dimana. Satu hal lama yang tetap saya gunakan, orangnya harus nyambung sama saya, kudu nge-klik dan bisa diajak asik.
Sebetulnya kalo sudut pandangnya sudah sama, teorinya sudah sama, sudah seilmu sudah seperguruan, InsyaAllah pernikahan dan pembentukan keluarga akan berjalan dengan relatif lancar. Jadi untuk orang2 yang akan / sedang berlabuh dalam satu perahu yang sama, jika sudah punya tujuan yang sama, cara berlabuh yang sama maka InsyaAllah akan lancar-lancar saja. Dalam Islam, tujuan menikah dan berkeluarga tentu saja termaktub dalam tujuan hidup yaitu mencari Ridha Allah.
Menikah adalah salah satu urusan yang dahsyat, memulainya dengan Nama Allah merupakan akad, perjanjian yang sangat kuat artinya, sangat dalam maknanya. Bukan suatu kegembiraan yang hanya jadi lanjutan dari suatu interest. Bisa saja nantinya perahu menubruk karang, menyenggol perahu lain (nah loh?!), kapal oleng, kapal bocor, bisa saja nantinya terdampar di suatu pulau. Impian perjalanan yang indah menjadi kenyataan yang pahit. Semua penumpang harus tetap memegang janjinya, harus tetap berada di dalam perahunya, istri dan suami berada di sampingnya masing2. Semua tetap berpegangan. Itulah yang ingin Dilihat-Nya, itulah perjalanan pernikahan serta perahu keluarga yang ingin Dilihat Allah, akan Dicatat-Nya sebagai suatu kebaikan.
Apakah perahu keluarga kami berlabuh dengan mulus2 saja? Ya mudah2an aja, seperti kita semua, kan itu maunya setiap orang ya. Namanya juga perahu tentu tidak hanya menjalani air yang tenang. Kadang airnya beriak-riak kecil, kadang bergelombang menantang menaikkan adrenalin, dan mungkin saja akan ada ombak yang besar. Mungkin kita harus sering-sering melihat peta, tetap menggunakan kompas, dan mengatur semua awak serta penumpang yang ada. Banyak belajar dan menikmati pejalanan. ..Tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.. (Qs Luqman).

Yang laki-laki adalah pemimpin. Nakhoda dalam perahu, imam dalam keluarga. Semua orang berada dalam tanggung jawabnya, semua orang harus mau berada dalam komandonya. Ibu dalam keluarga adalah co-nakhoda, pendamping utama sang imam. Dialah orang ke-2 yang harus didengar juga omongannya. Anak2 adalah awak, penumpang yang harus dibawa hingga tujuan, yang harus dilatih juga agar kelak memiliki perahunya sendiri.
Penumpang keluarga kami baru satu orang, Xerre 14 bulan yang sudah mulai banyak belajarnya. Sekarang sudah bisa jalan ke sana ke mari, sudah mulai juga belajar bicara ini itu. Masih lucu lah untuk ukuran anak balita. Allah telah mengajarkan doa bagi yang mau menikah, bagi yang mau berkeluarga, bagi yang mau punya anak, bagi yang sudah menikah, dan yang sudah banyak anak. Al Anbiyaa’, Ash Shaaffaat, Ali ‘Imran, Al Furqaan.

Jika faktor agama digunakan oleh banyak orang untuk mencari jodoh dan pernikahan, faktor agama dijadikan alasan dalam membuat keturunan, faktor agama dijadikan pegangan dalam membentuk keluarga, dan selanjutnya dan seterusnya dan lainnya, maka akan sangat banyak orang yang berusaha meningkatkan kualitas kuantitas agamaya, Subhanallah ya..
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. (Al Furqaan).
Semoga kami (dan juga kita semua tentunya) bisa istiqomah.. bisa membawa perahu rumah tangga ke tujuan pelayaran yang mulia. Mendapatkan Ridha Allah, berkumpul kelak di tempat yang tinggi nan mulia, surga.

Herry Hasibuan

Sabtu, Oktober 10, 2009

Hati-hati paku di jalan





A'uzubillaahiminassyaitoonirrojiim



Bismillaahirrohmaanirohiim



Rezeki apa yang dicari dari penebar paku di jalan. Dimana banyak sekali urusan manusia akan dikerjakan.


Pukul 12.00 sudah dipungut-kumpulkan dalam jarak yang bisa ditempuh berjalan kaki 5 menit. Pukul 15.00 sudah ada lagi, bertebaran lagi. Dan ini jumlah yang cukup banyak dari yang sebelumnya.

Bagi teman-teman pengguna kendaraan, penebaran paku tidak hanya di jalan-jalan kota. Tapi juga dilingkungan perumahan yang cukup ramai, pada akses-akses yang menghubungkan jalan raya besar. Di tikungan, di permukaan jalan yang berlubang kecil, berlubang besar, di tepi aspal-betonnya jalan, sangat disarankan untuk berjalan pelan.Sudah banyak paku-paku yang dikumpulkan, belum termasuk paku-paku yang langsung diamankan ke tempat lain. Bagaimana ya supaya ketangkep itu penebar paku? ..

Peringatan untuk kita. Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah 168).

Senin, September 21, 2009

1st year Xerre, Ramadhan & Syawal 1430 H

Bismillaahirrohmaanirohiim

Assalaamu’alaikum warohmatullohi Wabarokaatuh

Banyak sekali orang yang mendapatkan berkah dan rahmat Allah terkait bulan Ramadhan. Tentu sudah banyak sekali tulisan yang membahas tentang hal ini, memang Ramadhan merupakan salah satu waktu yang.. bagaimanaaa gitu :) bagi yang muslim terutama.

Perubahan status saya beberapa tahun ini melibatkan juga bulan Ramadhan.. Dari mulai dinikahkan dengan perempuan bernama Husnatul Aini.. kelahiran anak pertama kami.. dan pada Ramadhan ini, 1 tahun sudah umurnya si Xerre Qolbuna Hasibuan..

Semenjak X lahir, beberapa kali saya menuliskan tentangnya, sudah bisa apa dia.. Bisa mengenali orang, bisa tertawa, memegang sesuatu, meraba-raba wajah ortunya, berguling, merayap, duduk, berdiri, merangkak.. (koq agak2 kyk tentara y :) ..dan mulai banyak sekali bisanya dia itu sehingga saya pun tidak menuliskannya lagi.. ah alasan aja kalii.. :). Tapi untuk umur satu tahunnya X ini, kami memang berniat menuangkannya dalam tulisan (aer kaliii dituang :) ). Istri saya yang belum biasa menulis, berniat sekali menulis tentang 1 tahunnya X dan memang sampai saat ini tidak berhasil-hasil juga untuk menuliskannya :). Naaah inilah dia tulisannya..

Sehari-hari X berada ditangan yang tepat, ibunya sendiri.. Dimulai dari bangun tidur, menetek, sarapan, belajar di siang hari, bermain, tidur siang, belajar lagi tentang banyak hal, mandi dan kakus, nina bobo malam, ke bidan/dokter... yaa sama emaknya itu. Waktu ibunya perbaikan thesis S-1 dan wisuda pun ditemani oleh X yang waktu itu berumur sekitar 1 bulan.

Ramadhan 1430 H ini, X sudah 1 tahun.. Sekarang sudah cukup banyak bisanya. Sekarang sedang belajar jalan dengan masih digandeng 1 tangannya.. sudah bisa menunjuk-nunjuk maunya apa.. sudah tau kalo merengek itu bisa (walau pun kadang tidak boleh) digunakan untuk mendapatkan apa maunya.. kemampuan bersosialitanya sudah berkembang, sudah bisa tau mana orang asing dan mana yang familiar, pilih2 orang :).. Kita selalu kasih tau siapa orang baru itu dan memintanya untuk berkenalan, atau mengingat2nya lagi jika sebelumnya sudah pernah bertemu.. Makan nya? Sudah bubur nasi beserta pelengkapnya, susu tambahannya susu kedelai (soya).. Beberapa hari ini saya nemenin, saya belajar juga memberikannya makan, baru tau kalo ternyata makan dan minumnya kadang tidak mau disuapin.. minta pegang sendok sendiri, pegang gelas sendiri.. Tapi tadi pagi nggak mudah makannya tuh, kenapa y? Lagi tumbuh gigi, minta variasi makanan, ato yang lain y? .. Bagaimana dengan musik? Xerre sudah bisa bergoyang mengikuti irama atau apa pun yang terindikasi sebagai irama musik.. Telepon, X sudah tau kalo apa pun barangnya kalo ditaro dikuping maka dia akan bilang “haloo.. “ :) Buku?.. X sudah tau apa itu buku, ikut ‘baca’ kalo orang2 lagi pada baca buku, ato pun ikut baca padahal bokapnya ini cuma ngaji..

Mungkin banyak juga anak yang memang sudah bisa melakukan hal yang sama dengan X, atau malah lebih banyak bisanya.. Ya inilah setidaknya pengingat kami kalo X sudah bisa apa diumurnya yang satu tahun, salah satu pengobat rindu dan penjawab pertanyaan, apa kabarnya X..

Liburan Ied Fitri ini tergunakan oleh saya untuk membantu menangani X.. Liburan memang memberi orang2 yang masih berstatus karyawan waktu untuk lebih banyak bersama keluarga, dibanding pada hari kerja biasa.. Dihari biasa, saya sangat bela2in untuk bisa meluangkan waktu untuk bisa bersamanya, walaupun cuma seemprit.. Even hanya untuk menunggu dia bangun, mengajarinya doa bangun tidur, dan mendapati dia bersama ibunya menemani keberangkatan saya di pagi hari. Melihatnya belajar cium tangan, mengucapkan assalamu’alaikum, dan melambaikan tangan di gerbang rumah.. (Doa saya, supaya ritual meninggalkannya dipagi hari bisa distop, bisa usaha sendiri aja, so waktunya termasuk untuk keluarga bisa jauh lebih luang untuk diatur). Pulang ke rumah cepat2 supaya sempat bertemu dengan matanya yang masih terjaga.. Di malam hari.. jika dia bangun, saya bela2in juga untuk mau bangun, bercengkrama bersamanya, quality time in the night for about an hour or a half..

Semenjak X bayi, saya sudah mau jika diminta untuk memandikannya.. ya kalo liburan paling2 itulah kesempatannya dan jadi tugas saya.. Liburan Ramadhan ini, saya menambah menu mau saya dalam memenuhi permintaaan istri, nyebokin X yang habis pub.. Selama satu tahunnya dia itu, untuk urusan pub biasanya saya cuma mau ikut mengendusi baunya, ngasih pengumuman kalo dia itu statusnya sedang ato sudah pub.. :)

Kalinya pertama kemarin, saya inisiatif sendiri langsung mencebokinya dan memandikannya pagi-pagi, tanpa sepengetahuan ibunya yang sedang nyuci baju di belakang rumah, tanpa diminta dahulu untuk melakukannya.. “Emmfff..”, baru tau saya kalo pub nya itu memang bau! Hehe.. Mungkin tepat juga pilihan saya sebelumnya untuk tidak pernah mau mencebokinya.. (Nggak lah Herry, kurang tepat itu pilihan).. Kalo pun akhirnya dapet applaus dari istri, saya berulang kali menahan serangan bau nya pub itu, hehehe..

Hari ini.. Ke dua kalinya mau lah saya untuk mencebokinya. Bundanya X yang sedang ngantuk setelah menyelesaikan beberapa urusan rumah memberi tahukan pengumuman kalo status X adalah pub! X yang sedang sambil ada di depan cermin, asik2 aja sendiri.. Entahlah bagaimana ibunya tau, entah ilmu mengendusi yang mana yang dia pakai.. Padahal saya sudah mencoba mengendusi tapi tidak berhasil, ilmu saya dalam hal ini masih cetek. Cetek pula kerjaannya ngebahas pub anak, hehehe.. “Xerre pub tuh, kata dia yang secara tak langsung dari nadanya meminta saya untuk membersihkannya..” OK, kata saya yang sudah berpengalaman :). Begitu saya dekati, ”Waduuuh..!” baunya lebih..! Yang kedua kali ini lebih bagi saya, even setelah mengecap asam garam sebelumnya. xixiXi.. “Bauu..!”, kata saya sambil tersenyum dan tertawa kecil.. Ntah kecilnya tawa itu karena kecut tertahan serangan dahsyat bau pub.. Istri saya yang sedang mengantuk-ngantuk dan matanya terpejam itu.. yang leha2 di atas tempat tidur itu.. memulai prosesi terkekeh tawa hingga memperbesar volumenya... “Loe baru dua kali nyebokin Xerre! Gw sudah nyebokin dia satu tahun!!” “Hahahaha...! Huahahaha...!” Meledak lah sudah kamar kami itu oleh ketawa kami sekelurga!

Anyway dengan satu tahunnya Xerre ini.. Juga kami ucapkan, “Taqobbalallahu minna waminkum... :)”. Selamat ber-hari raya Idul Fitri 1430 H dari kami bertiga :). Anda, teman-teman kami adalah keluarga bagi kami.. Anda, keluarga kami adalah teman2nya kami.. Sorry ya, Tak ada kata maaf antara kita.. karena tentulah bagi kita, istilah dan kata salah terhapus cepat setelah kejadiannya.. :)

Walhamdulillah. Allahumma solli ‘ala Muhammad Wa’ala aali Muhammad. Wassalaamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.



De Hasibuan: Herry Hasibuan, Husnatul Aini, Xerre Qolbuna Hasibuan, ..

NB: Untuk X, “Kamu adalah investasi nak, investasi untuk dirimu dan untuk bokap bunda mu.. Kamu ngutang ke kita jadi anak soleh ya, jadi orang soleh.. itu pun akan kembali kepada dirimu sendiri, sebagai kebaikan yang Dicatat oleh Allah.. Doa anak soleh untuk orang tuanya bagaimana? :) .. Gigit terus Islam mu itu, jadikan setiap sesuatu untuk belajarmu dan ibadahmu, untuk hidup dan mati mu” ..

Sabtu, September 05, 2009

Adab makan dan minum

Bismillaahirrahmanirrahiim

Ramadhan ini, begitu pun sesudahnya nanti. Jika terjebak dalam puasa yang dilakukan sebagai ritual tahunan, maka yang dirasa hanya menahan lapar dan haus saja. Hanya menanti saat maghrib untuk makan makanan yang enak dan minum minuman yang menyegarkan.

Jika puasa hanya menahan lapar dan haus saja, maka makan dan minum sebetulnya bisa dianggap hal yang sangat ringan. Namun hal yang ringan ini akan menjadi ibadah berbuah pahala jika dilakukan sesuai aturan dan adabnya, sebaliknya berdosalah bila meninggalkannya. Keindahan dan kesempurnaan agama Islam yang menjelaskan dengan jelas dan terang semua masalah dimulai dari yang paling ringan dan kecil, makan dan minum.

Adab makan dan minum

1. Berdo’a sebelum makan
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang kalian makan suatu makanan, maka hendaklah dia mengucapkan “Bismillah” (Dengan nama Allah), dan bila dia lupa diawalnya hendaklah dia mengucapkan “Bismillah fii awwalihi wa akhirihi” (Dengan nama Allah di awal dan diakhirnya).”{Shahih Sunan At-Tirmidzi 2/167 no.1513 oleh Asy-Syaikh Al-Albani }

Shahabat yang membantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam selama 18 tahun, dia bercerita bahwa: “Dia selalu mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam apabila mendekati makanan mengucapkan ‘bismillah’.”{HR. Muslim}

Kemudian apakah boleh bagi kita untuk menambah dengan bacaan “Arrahmanirrahim”?
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam kitab beliau Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (1/152) mengatakan: “Membaca tasmiyah di permulaan makan adalah ‘Bismillah’ dan tidak ada tambahan padanya. Dan semua hadits-hadits yang shahih dalam masalah ini tidak ada tambahan sedikitpun. Dan saya tidak mengetahui satu haditspun yang didalamnya ada tambahan (bismillahirrahmanirrahim, pent).”

2. Tidak boleh mencerca makanan
Makanan dan minuman merupakan rezeki yang datang dari Allah, maka bolehkah kita menghina ataupun mencerca walau sedikit kepada apa yang telah diberikan Allah? Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah betul-betul ridha terhadap seorang hamba yang memakan makanan, kemudian memuji-Nya dan yang meminum minuman lalu memuji-Nya.” {HR. Muslim}

“Barangsiapa memakan makanan dan dia mengatakan “Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan ini, dan memberiku rizki dengan tanpa ada daya dan kekuatan dariku.” Maka akan diampuni dosanya.”{HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Shahih}

“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan berkah. Dia tidak membutuhkan pemberian makanan (karena Dia yang memberi makanan), tidak ditinggalkan dan tidak membutuhkan makanan itu ya Rabb kami.” {HR. Al Bukhari, Tirmidzi dengan lafadznya}

3. Duduk saat makan
Sifat duduk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ketika makan telah diceritakan oleh Abdullah bin Busr radhiallahu ‘anhu: “Nabi memiliki sebuah qas’ah (tempat makan/nampan) dan qas’ah itu disebut Al-Gharra’ dan dibawa oleh empat orang. Di saat mereka berada di waktu pagi, mereka Shalat Dhuha, lalu dibawalah qas’ah tersebut dan padanya ada tsarid (sejenis roti) mereka mengelilinginya. Tatkala semakin bertambah (jumlah mereka), Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam duduk di atas kedua betis beliau. Seorang A’rabi (badui) bertanya: “Duduk apa ini, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam” Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku dijadikan oleh Allah sebagai hamba yang dermawan dan Allah tidak menjadikan aku seorang yang angkuh dan penentang.”{HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Shahih}

Kenapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam duduk dengan jatsa (di atas kedua lutut dan kaki)? Ibnu Baththal mengatakan: “Beliau melakukan hal itu sebagai salahsatu bentuk tawadhu’ beliau.” {Fathul Bari, 9/619}

Perhatian untuk kita, yang sering terjadi pada acara-acara yang ada makan dan minum didalamnya.

4. Menggunakan tangan kanan
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada ‘Umar bin Abi Salamah: “Wahai anak! Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu…”{HR.Al Bukhari dan Muslim}

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri.”{HR. Muslim}

5. Makan dari arah pinggir dan disekitarnya
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika makanan diletakkan, maka mulailah dari pinggirnya dan jauhi (memulai) dari tengahnya, karena sesungguhnya barakah itu turun di tengah-tengah makanan.”{Shahih Sunan Ibnu Majah no.2650 oleh Asy-Syaikh Al-Albani}

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada ‘Umar bin Abi Salamah: “Wahai anak! Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah yang ada disekitarmu (didekatmu).”{HR.Al Bukhari dan Muslim}

6. Membasuh tangan sesudah makan
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa tertidur dan ditangannya terdapat lemak (kotoran bekas makan) dan dia belum mencucinya lalu dia tertimpa oleh sesuatu, maka janganlah dia mencela melainkan dirinya sendiri.”{HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Shahih}

7. Mubazir?
Coba perhatikan piring setelah selesai makan. Apakah masih ada nasi yang tersisa? Lauk pauk yang tidak terhabiskan? Apakah sebutir nasi tidak diberikan Allah sebagai rezeki? Apakah lauk pauk itu akhirnya dibuang, sedangkan banyak anak dan keluarga yang mencari makan saja tidak semudah kita, tidak seenak kita?

Coba perhatikan gelas setelah selesai mimum. Apakah minuman disyukuri dengan menghabiskannya hingga tetes terakhir?

Coba pikirkan sebelum mengambil makanan dan minumnya. Apakah sudah secukupnya untuk perut kita, atau bisa berlebih sehingga nanti tak habis begitu saja?

Semoga berguna untuk kita, keluarga kita, anak kita, teman kita. Semoga mereka memberitahukannya lagi kepada keluarganya, kepada anak-anaknya, kepada teman-temannya, bahkan orang-orang yang tidak dikenal lebih dekat. Bisa berguna untuk orang-orang yang banyak, berkelanjutan seterusnya.

Semoga bertambah ilmu kita, pemahaman kita, dan pengamalannya. Yang benar datangnya dari Allah. Mari berlindung dari riya dan kesombongan.

Herry Hasibuan


Pustaka: Assalafy.org

Minggu, Agustus 23, 2009

Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahiim

Subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar.. Allahumma solli alaa Muhammad wa’ala aali Muhammad. Setelah menunggu.. dan dengan rasa syukur menyambutnya, bertambah besar rasa syukur ini menyadari benar2 sudah berada bersamanya.. Ramadhan..

Ramadhan, bulan yang padanya diturunkan AlQuran, bulan yang padanya terdapat Malam Kemuliaan, Lailatul Qodr.. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang turun malaikat2 dan Jibril dengan Izin Allah, mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga fajar menjelang..

Bagaimanakah sudah hari pertama di bulan Ramadhan.. Hari pertama berpuasa, apakah hanya sekedar menahan lapar dan haus.. Sehingga yang dihitung adalah 29 hari lagi kedepan. Ataukah telah mulai menggunakannya dengan optimal sebagai waktu yang tepat untuk bertobat, mendapatkan Magfiroh-Nya.. Mendapatkan Ampunan dan Ridha-Nya.. Yang dihitung adalah telah berkurangnya 1 hari Ramadhan.. Dihitung bahwa mulai berkurang detik, berkurang menit, jam, hari, berkurang setiap waktu untuk mendapatkan makna hakiki Ramadhan..

Waktu yang tak pernah luput digunakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.. Berbuat banyak2 hal kebaikan.. Siang dan malam lebih fokus untuk beribadah kepada-Nya.. Makin berkurang waktu makin baik dari waktu sebelumnya, lebih baik menggunakannya..

Semoga kita bisa lebih baik menggunakan waktu, menggunakan Ramadhan. Menjadi lebih baik..


Herry Hasibuan

Kamis, Juli 30, 2009

Untuk teman

Assalaamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.Salam kepadamu Semoga Allah selalu Memberikan Rahmat & Berkah-Nya.

Orang-orang mukmin itu ibarat satu badan. Apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh badan turut merasakan sakit, dengan demam dan tidak bisa tidur.

Allah pun bersumpah, "Demi Masa". Demi Waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan saling menasehati supaya menaati kebenaran, dan saling menasehati supaya menetapi kebenaran.

Tidaklah seseorang di antara kita dikatakan beriman, hingga kita mencintai sesuatu bagi saudara kita sebagaimana kita mencintai sesuatu bagi kita sendiri.

Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Di mana saja kita berada pasti Allah akan Mengumpulkan kita sekalian pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena Keagungan Allah pada hari itu? Allah akan Menaungi orang-orang tersebut dalam Naungan-Nya pada hari itu yang tiada naungan kecuali Naungan-Nya.

Jazakallahu khoiron, Semoga Allah Membalas-mu dengan sesuatu yang lebih baik.

Semoga Allah Memberkahi kita, Memberkahi sekalian kita. Mengumpulkan kita selalu dalam kebaikan.



Herry Hasibuan

griya madrasah

griya madrasah
race to get a rent housing

griya madrasah

griya madrasah
rent a beatiful housing 45.000/day